KABAH PEMERSATU UMAT ISLAM

KABAH
PEMERSATU UMAT ISLAM

 “Sesungguhnya Allah Swt. telah menjanjikan kepada Rumah ini, bahwa setiap tahunnya ia akan dikunjungi oleh (paling sedikit) enam ratus ribu pengunjung. Jika jumlah mereka kurang dari itu, maka Allah Swt. mencukupkan bilangan itu dengan sejumlah malaikat. Dan sesungguhnya Ka’bah akan ditampilkan di padang Mahsyar bagaikan pengantin wanita yang dikelilingi oleh orang banyak. Maka setiap orang yang pernah mengunjunginya (dengan melaksanakan haji) akan bergantung pada kain penutup (kiswah)-nya dan berjalan di sekitarnya. Yang demikian itu sampai ia memasuki surga dan merekapun memasukinya bersamanya.”

– Al-Ghazali. Rahasia Haji dan Umrah. (Bandung: Karisma, 1997). hlm.20 –

Kabah adalah lambang kiblat manusia di seluruh dunia yang disebut juga Baitullah (Rumah Allah). Kiblat berarti “arah” yang akan kita sembah. Yang kita sembah adalah Allah Swt, berarti kabah sebagai kiblat adalah lambang keberadaan Allah Swt di dunia ini.

Makna Bentuk Kabah

Kabah yang berarti kubus (bersisi enam) menunjukkan bahwa kabah menghadap ke semua arah. Oleh karena itu amatlah tepat Allah melambangkan kiblatnya dengan kubus yang semua sisinya dapat dipergunakan untuk menghadap sesuai dengan sifat Allah, dan bukan dengan bentuk lain baik itu lingkaran, segitiga dan sebagainya, wallahu a’lam.

Kabah sebagai Pemersatu Umat Islam

Kabah setiap detiknya tidak pernah kosong dikelilingi oleh umat islam yang melakukan thawaf, apalagi di musim haji. Kegiatan thawaf atau mengelilingi kabah tersebut berlangsung sepanjang hari, kecuali tentunya ketika umat Islam mengerjakan shalat, maka pada saat itu pula mereka yang melaksanakan thawaf berhenti sejenak untuk mendirikan shalat berjamaah.

Pada saat jamaah mengunjungi Masjidil Haram, pada saat itu pula mereka akan berthawaf, mengelilingi kabah 7 kali sambil mengumandangkan doa-doa yang seragam dan sudah dibakukan. Setelah selesai mengelilingi kabah (berthawaf) tersebut, banyak jamaah yang melaksanakan shalat sunat, baik di daerah Multazam (antara lubang tempat melihat atau mencium hajar aswad) di antara makam Ibrahim as. dan kabah, atau di hijir Ismail.(berhaji)

INFO LEBIH LANJUT PADA:

PUSAT INFORMASI

Rizki Wahyu
HP: +6283804791713
BB pin:25AA5CB3
Email: rizki.wahyu83@gmail.com
Web: http://www.gemashafamarwa.wordpress.com

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s